NaskahDialog Cerita Rakyat Timun Spectrasonics Omnisphere 1 5 6d VSTi RTAS Windows Mac OS UPDATE ONLY 2011 AiR . Posted Sep 18, 14 · OP Timun Mas Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang janda yang bernama Mbok Sirni, ia menginginkan seorang anak agar dapat membantunya bekerja. Suatu hari ia didatangi oleh raksasa yang ingin memberi seorang anak dengan syarat apabila anak itu berusia enam tahun harus diserahkan keraksasa itu untuk disantap. Mbok Sirnipun setuju. Raksasa memberinya biji mentimun agar ditanam dan dirawat setelah dua minggu diantara buah ketimun yang ditanamnya ada satu yang paling besar dan berkilau seperti emas. Kemudian Mbok Sirni membelah buah itu dengan hati-hati. Ternyata isinya seorang bayi cantik yang diberi nama timun emas. Semakin hari timun emas tumbuh menjadi gadis jelita. Suatu hari datanglah raksasa untuk menagih janji Mbok sirni amat takut kehilangan timun emas, dia mengulur janji agar raksasa datang 2 tahun lagi, karena semakin dewasa,semakin enak untuk disantap, raksasa pun setuju. Mbok Sirni pun semakin sayang pada timun emas, setiap kali ia teringat akan janinya hatinya pun menjadi cemas dan sedih. Suatu malam mbok sirni bermimpi, agar anaknya selamat ia harus menemui petapa di Gunung Gundul. Paginya ia langsung pergi. Di Gunung Gundul ia bertemu seorang petapa yang memberinya 4 buah bungkusan kecil, yaitu biji mentimun, jarum, garam,dan terasi sebagai penangkal. Sesampainya dirumah diberikannya 4 bungkusan tadi kepada timun emas, dan disuruhnya timun emas berdoa. Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. Timun emaspun disuruh keluar lewat pintu belakang untuk Mbok sirni. Raksasapun mengejarnya. Timun emaspun teringat akan bungkusannya, maka ditebarnya biji mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun memakannya tapi buah timun itu malah menambah tenaga raksasa. Lalu timun emas menaburkan jarum, dalam sekejap tumbuhlah pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah raksasa terus mengejar. Timun emaspun membuka bingkisan garam dan ditaburkannya. Seketika hutanpun menjadi lautan luas. Dengan kesakitannya raksasa dapat melewati. Yang terakhit Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, akhirnya raksasapun mati. ” Terimakasih Tuhan, Engkau telah melindungi hambamu ini ” Timun Emas mengucap syukur. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sirni hidup bahagia dan damai. Sumber Naskah Drama Timun Emas Babak 1 Narator “Alkisah, pada zaman dahulu kala hiduplah seorang janda bernama Mbok Sirni di sebuah desa kecil. Ia bekerja sebagai petani kecil. Ia menginginkan seorang anak agar dapat membantu dan menemani ia bekerja.” Mbok Sirni “Akhirnya, pekerjaanku di ladang hari ini sudah selesai. Seandainya saya memiliki seorang anak, pasti saya tidak selelah ini.” Narator “Suatu hari, ia didatangi oleh seorang raksasa.” Raksasa “Wahai petani kecil, jikalau engkau menginginkan seorang anak, akan kuberikan engkau seorang anak. Akan tetapi, dengan syarat apabila anak itu berusia enam tahun harus diserahkan kepadaku itu untuk disantap.” Mbok Sirni “Baiklah tuan, saya setuju dengan persyaratan tuan.” Raksasa “Ini biji mentimun , rawatlah biji ini di ladangmu.” Narator “Setelah dua minggu, diantara buah ketimun yang ditanamnya ada satu yang paling besar dan berkilau seperti emas.” Mbok Sirni “Wah, buah ini besar sekali!. Baiklah, akan ku belah buah itu dengan hati-hati.” Narator “Ternyata, isi buah tersebut adalah seorang bayi cantik.” Bayi “Oeek…….” Mbok Sirni “Wah, cantik sekali kamu, nak. Mulai sekarang, ibu akan memanggilmu Timun Emas karena kamu berasal dari timun yang bewarna emas.” Babak 2 Narator “Semakin hari, Timun emas tumbuh menjadi gadis jelita yang rajin membantu ibunya.” Timun Emas “Ibu, saya pergi mencari kayu bakar dulu ya.” Mbok Sirni “Iya, hati-hati ya nak. Jangan pulang terlalu malam, nanti kamu tersesat.” Narator “Beberapa saat kemudian, datanglah raksasa untuk menagih janji Mbok Sirni.” Raksasa “Wahai petani kecil, saya datang kesini untuk menagih janjimu 6 tahun. Cepat serahkan anak itu ! Sekarang saya sangat ingin memakan seorang bocah.” Narator “Karena Mbok Sirni amat ketakutan, maka ia mengulur janjinya.” Mbok Sirni “Begini tuanku, saya punya saran. Maukah anda datang kesini dua tahun kemudian?. Saya yakin, bila semakin dewasa, anak ini pasti semakin enak untuk disantap.” Raksasa “Mmm…. , bagus juga saranmu. Baiklah, saya akan datang kesini dua tahun kemudian untuk menagih janjimu.” Babak 3 Narator “Hari berganti hari, Mbok Sirni semakin sayang pada timun emas, namun setiap kali ia teringat akan janjinya, hatinyapun menjadi cemas dan sedih.” Timun Emas “Bunda, ini sudah larut malam, kenapa bunda belum tidur? Dan, kenapa bunda tampak sedih, apakah bunda memiliki masalah?” Mbok Sirni “Tidak, anakku. Bunda tidak memiliki masalah. Mari kita tidur, bunda akan menceritakan sebuah dongeng untukmu.” Timun Emas “Hore, terima kasih bunda.” Babak 4 Narator “Suatu malam, Mbok Sirni bermimpi, agar anaknya selamat ia harus menemui petapa di Gunung Gundul. Paginya ia langsung pergi ke sana.” Mbok Sirni “Timun Mas, bunda akan pergi ke Gunung Gundul untuk beberapa hari. Bila kamu lapar, ibu sudah menyiapkan nasi dan ikan asin goreng di dapur. Jangan kemana-mana ya, nanti kamu tersesat.” Timun Emas “Bunda, bolehkah saya ikut?” Mbok Sirni “Maaf, anakku. Kamu tidak dapat ikut bunda. Kamu harus menjaga rumah kita.” Timun Emas “Baiklah bunda.” Babak 5 Narator “Setelah Mbok Sirni sampai di Gunung Kidul, ia menolong seseorang yang hampir terjatuh dalam anak sungai. Ternyata orang tersebut adalah seorang petapa.” Petapa “Terima kasih engkau telah menolongku, ternyata engkau seorang yang murah hati. Ini kuberikan 4 buah bungkusan kecil ini, masing-masing didalamnya terdapat biji mentimun, jarum, garam,dan terasi untuk menyelamatkan anakmu dari raksasa.” Narator “Namun, ketika Mbok Sirni mau mengucapkan terima kasih, petapa tersebut menghilang begitu saja.” Babak 6 Narator “Mbok Sirni pun pulang ke rumahnya. Sesampai dirumah, ia menceritakan semua yang telah terjadi kepada Timun Emas.” Timun Emas “Bunda, saya amat takut dimakan oleh si Raksasa itu, dan juga saya takut berpisah dengan bunda.” Mbok Sirni “Oh, anakku. Bunda sangat menyayangimu dan takut kehilanganmu. Ini, bungkusan ini bunda berikan untukmu. Gunakan ini saat kamu berhadapan si Raksasa itu. Sebelum itu, berdoalah kepada Sang Pencipta untuk diberi perlindungan dari-Nya.” Timun Emas “Baiklah bunda, saya akan berusaha mengikuti saran bunda.” Babak 7 Narator “Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji.” Raksasa “Wahai petani kecil, aku datang kesini untuk menagih janjimu! Cepat serahkan anak itu, aku amat ingin memakannya! Hahaha……” Mbok Sirni “Anakku, cepat lari lewat pintu belakang rumah kita!” Timun Emas “Baiklah bunda.” Narator “Raksasapun mengejarnya. Timun emaspun teringat akan bungkusannya, maka ditebarnya biji mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun memakannya tapi buah timun itu malah menambah tenaga raksasa. Lalu timun emas menaburkan jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah raksasa terus emaspun membuka bingkisan garam dan ditaburkannya. Seketika hutanpun menjadi lautan luas. Dengan kesakitannya raksasa dapat melewati. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, akhirnya raksasapun mati.” Timun Emas “Terimakasih Tuhan, Engkau telah melindungi hambamu ini” Narator “Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sirni hidup bahagia dan damai.” TAMAT
ContohNaskah Drama Keong Mas dalam Bahasa Inggris. DRAMA KEONG EMAS DALAM BAHASA INGGRIS DAN ARTINYA - Cerita rakyat merupakan salah satu harta karun budaya yang harus kita jaga dan terus kita turunka kepada generasi ke generasi. Budaya merupakan salah satu harta berharga yang merupakan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 9Q73aBuKd9aBLy-OJwpebKzpVDxVxzZIeRstXI3hXkM2NVxzkKBi6g==
Jikamenyinggung tentang Cerita Rakyat, maka akan ada banyak sekali cerita rakyat yang kemudian cukup menarik jika diangkat ke sebuah adegan drama. Beberapa cerita rakyat yang sangat populer diantarnya adalah Lutung Kasarung, Bawang Merah & Bawang Putih, Legenda Tangkuban Perahu, Timun Mas, dll. Nah, kali ini saya ingin berbagi sebuah naskah drama yang berlatarbelakangkan cerita [] Uploaded byGraha Mandiri Permai 50% found this document useful 4 votes8K views5 pagesCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document50% found this document useful 4 votes8K views5 pagesDialog Timun MasUploaded byGraha Mandiri Permai Full descriptionJump to Page You are on page 1of 5Search inside document You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.

raksasahijau yang ingin menangkap dan memakannya. Cerita rakyat "Timun Mas" sudah banyak disajikan dalam bentuk bacaan dan film pendek (audio visual). Salah satunya cerita rakyat Timun Mas disajikan dalam bentuk buku kumpulan cerita rakyat yang berjudul "Timun Mas dan Raksasa" yang disusun oleh (Rahimsyah, 2010, hl. 7-28) Dalam cerita

Timun mas Narrator Once upon a time, in a place deep inside the forest, there were a green giant named Buto Ijo and a sacred hermit. They were best friends since toddlers. One day, the hermit came to the grotto to see his best friend. Hermit Is anyone inside? [Walks inside the grotto] Buto Ijo I’m here. Hermit There you are my best friend, what are you doing? Buto Ijo Eating. Isn’t it obvious? Hermit Oh… I see. What are you eating? Buto Ijo [No response, just continue eating] Hermit You’re so annoying! Can I have some? Buto Ijo [Turns his body away, not willing to share his foods with the hermit] Hermit [Angry] As usual, you never share me your foods though I always shared mine to you! You stingy giant! I loathe you! Buto Ijo As if I care! [Continue eating] Hermit Someday your greed will get its return! Don’t regret it! I’m leaving! [Gets out of the grotto with anger] Act 2 Narrator One day, there was pleasant couple. They lived in a village near the forest. They lived happily. Unfortunately, they didn’t have any children yet. Everyday they prayed to God for a child. Mother Oh God… please give us a child. I promise I will always protect my child. Please answer our prayer. Thank you God. Narrator The green giant, Buto Ijo, coincidentally passed by the couple’s house. He heard what they were praying for. Buto Ijo Whoa…ha…ha…ha! I heard that! Mother [gasps] Oh my God! W-Who are you? Buto Ijo I’m Buto Ijo. Father [comes toward his wife] What’s with the noise? Who is that, honey? Mother Oh my husband, Buto Ijo is in front of our house. I’m scared. He will kill both of us! Buto Ijo Whoa…ha…ha…ha… I’m not going to kill you. But I will fulfill your request to have a child. Father You are just joking, aren’t you? Buto Ijo No…No… I’m serious, yes, I’m really serious. If you don’t believe me it doesn’t matter. Mother All right… All right. My husband, let’s see what he can do to help us. Buto Ijo [Gives the seeds] Look, here are some cucumber seeds. Plant these seeds, then you’ll get a daughter. Father Do you mean it? It’s so easy. Buto Ijo Yes, I mean it. But remember, on her seventeenth birthday, I’ll come back to take the girl. Mother Oh, husband… please I want a child! Let’s try his offer! Father But… Oh well, if you insist, I’ll take his offer. Mother [Bows down] Oh, thank you, husband! Thank you a lot, Buto Ijo! Buto Ijo Whoa…ha…ha…ha. See you again seventeen years from now, humans. And remember your promise. [Go away] Act 3 Narrator The next day, the couple planted the seeds. Months later, a golden cucumber grew in the yard. The cucumber was getting bigger and bigger each day. Mother Look! Look! The cucumber grew very big! It’s so fantastic! Father Yeah, you right. What a very big one. Mother It’s ripe already. Does it work? How can this big thing give us a daughter? Father I don’t know. Don’t ask me. Mother I think it’s time for us to open it up. I wonder what makes it’s so big. Don’t you think so? Father Yes. Let’s cut it into two. Narrator Carefully, they cut the cucumber into two. To their surprise, they found a beautiful baby girl inside the cucumber. How joyful they were. Mother [gasps] Oh my goodness! There is a baby girl inside this cucumber! Is it for real? Or am I dreaming? Father Yes it is. You want me to pinch you to prove it? Mother Err… No thanks. [Holds the baby out] This baby is so cute! God, thank you so much! Thank you so much! Father What will we name her? Mother I think I will name her Timun Mas, husband. Because she came from the cucumber and she is cute. That name really suits her, isn’t it? Father I agree with you. Act 4 Narrator Years passed by and Timun Mas grew into a lovely girl. Her parents were very proud of her but their hearts hurt so badly when they remembered their promise to Buto Ijo. The couple then remembered that there was a sacred hermit living inside the forest. So they went there for the help. Mother [Knocking the door] Excuse us. Hermit [Comes toward the door and opens it] May I ask who you both are? Mother My name is Sarni. This is my husband. We both are farmers living in the village near the forest. Hermit What do you want from me? Father We need your help. Hermit Okay, please come in. Tell me the whole story. Narrator The couple told the hermit about their wish and how Buto Ijo fulfilled it. And also the promise they made with the Giant. The hermit listened to them carefully as him nodded for the umpteenth time, until the couple finished their story. Hermit As expected, Buto Ijo did horrible thing as he wished. His greed explained everything. We need to do something. Mother Please, good Hermit, help us. Don’t let Buto Ijo take one dearest daughter. She’s been with us for seventeenth years. Father My wife is right, good hermit. What shall we do? Hermit Please be still and stop crying. Look, here is the bundle. There are four things and messages inside. They will help Timun Mas run away from the giant. Father [Takes the bundle] Are you sure they will work? Hermit Believe me, it will. Buto Ijo must be punished for his action. Mother Thank you very much, good hermit! Act 5 Narrator It so happened that one day on Timun Mas’s seventeenth birthday, Buto Ijo came for the couple’s promise. Buto Ijo Whoa…ha…ha… Hey, peasant, where is your lovely daughter? I come here to pick her up. Remember the promise you said to me! Father Please be patient, Buto Ijo. Timun Mas, my daughter, is playing in the field. Buto Ijo What a shit! I know you’re lying! But never mind, I’ll find her by myself! [Turns away to find Timun Mas] Father I’m glad he’s gone. Timun Mas, come here, child. TimunMas Yes, daddy, I’m coming. Who’s that? Mother He is Buto Ijo, the green giant. For some reason, he’s looking for you. I’m sure he’ll come back here soon. TimunMas Oh my God, what’ll he do to me? Father Listen to me, Timun Mas, all you have to do is run away from him. [Gives the bundle to Timun Mas] Take this bundle with you. It contains chili seeds, salt, cucumber seeds, and shrimp paste. TimunMas What should I do with these? Father Throw each of them when the giant gets closer to you. These will help you get away from the giant. TimunMas What about you, mom and dad? Mother Don’t worry about us. Oh my God, the giant is coming! Now, run, Timun Mas! Run as fast as you can! Please be careful! TimunMas Thank you, mom and dad! You too please take care of yourselves! [Runs away] Act 6 Narrator After that, the giant chased Timun Mas and he was getting closer and closer. Timun Mas then took a handful of salt from the bundle. She spread out the salt and magically a wide sea appeared between them. TimunMas Take that you evil giant! Buto Ijo [Smirks] Ho…ho…ho. You think you can run away from me! No way in hell! Whoa…ha…ha…ha. C’mon I’ll get you! [Swims through the sea] TimunMas Oh my God! How did he do that?? I don’t know he can swim! Buto Ijo Wait for me, you little girl! TimunMas Oh no! He’s getting closer to me. There’s no other choice! Take this, giant! Narrator And then she took the chili seeds and threw them at the giant. Suddenly the seeds grew into some trees and trapped him. The next thing he knew, the trees grew some thorns as sharp as a knife. Buto Ijo Ouch…Ouch! How the hell these trees grew into thorns?? It hurts badly! TimunMas Take that one too, evil creature! Buto Ijo So, you want to play with me huh? You’ll regret it when you lose! TimunMas Oh no! He is still chasing me! I must run faster! Narrator Once again, the giant almost caught Timun Mas. So, Timun Mas took the cucumber seeds and threw them onto the ground. Buto Ijo What now? What’s this? Cucumbers are everywhere! They look delicious! I guess it’s better for me to have appetizers first. TimunMas Hosh…Hosh…Oh I’m out of breath. But the giant was eating the cucumbers. This is my chance to run away! Buto Ijo [Yawns] Whoaaah…I’m very sleppy. I want to sleep first. After that I’ll find Timun Mas. Wait for me girl, I’ll come and make you my dinner tonight! Narrator Timun Mas kept on running as fast as she could. But soon she was very tired herself. And things were getting worse as the giant had woken up. Buto Ijo Whoaaah…I’m fresh again! Hey, Timun Mas, you can’t run away from me. I’ll get you! Hohoho… TimunMas Oh, God, he has woken up! What shall I do, God? Please help me! Buto Ijo So, you want to play hide and seek, don’t you? Where are you? C’mon, c’mon little girl… come to your papa! TimunMas God! Please help me!! Buto Ijo There you are, little girl! One more step and I’ll catch you! TimusMas This is my last hope! [Throws something] Take that, Buto Ijo! Narrator Desperately she then threw her last weapon, the shrimp paste. Magically, the paste turned into a big swamp. Buto Ijo Oh, no, what’s this? It’s so sticky and smells fishy! Timun Mas…! I swear I will swallow you as soon as I catch you! Narrator The giant fell into the swamp but his hands almost reached Timun Mas. Suddenly the swamp pulled him to the bottom and his hands lost her. TimunMas Finally I’m free! Buto Ijo Oh, no… help! Help me! Someone help me! TimunMas No one will help you, giant, because you’re a bad person. Buto Ijo Please help me…!! I swear I won’t do something bad again! Promise me! Hermit [comes out of the blue] Are you sure about your words? Buto Ijo Arggh… Hermit! Finally you come! Please help me! TimunMas [shocks] Who are you? Hermit [Turns his face to Timun Mas] Ah, am I scared you? Let me introduce myself. I am a hermit. So just call me hermit. You don’t need to know my real name. And this giant is my best friend. Buto Ijo Yes, I am his best friend! Please get me out of here! Hermit [Turns back to Buto Ijo] I will help you out if you promise you won’t do bad things again and stop being a greedy person. Buto Ijo Yes, I promise! I promise I will be a good person! You can count on me! Narrator Finally, the good hermit helped Buto Ijo, his best friend. As soon as the giant got out of the swamp, it was disappear. Then the giant apologized to Timun Mas as well as to the hermit. Fortunately they both forgave him. From then on, Buto Ijo lived as a good giant and always helped the peasants with their fields. As for Timun Mas, she lived happily with her parents with no fear anymore. -The EndProperties 1. Buto Ijo Imam Pakaian serba hijau baju dan celana, kalau ada topi atau kain berwarna hijau untuk menutup kepala, lalu bantal atau apapun yang bisa digunakan untuk menyumpal perut biar kelihatan gendut. 2. Timun Mas Dinny Selendang sebagai bawahannya, sedangkan atasannya boleh apa aja. 3. Hermit Dini Pakaian sopan. Namanya juga pertapa suci 4. Mother Fanfan Sama kayak Timun Mas. 5. Father Thomas Hmm, bukannya udah dikasih tahu ya father harus pakai baju apa. Yah, baju-baju jaman dulu yang agak lusuh maybe? sebenarnya saya nggak punya ide bajunya seperti apa, sama halnya dengan baju untuk karakter lain 6. Narrator Ican Pakaian biasa aja kayaknya. 7. Boneka bayi. Buat yang punya tolong dibawa. 8. Ada yang punya ide buat cucumber besar di act 3? 9. Lalu kantung kecil buat bundle tempat menyimpan ketiga senjata yang dipakai Timun Mas buat kabur dari Buto Ijo. Please seseorang bawa itu. lagi ya? Kayaknya nggak ada. Hapalkan naskah-nya ya! Supaya kita dapet nilai yang bagus. Maaf kalau naskahnya jadi agak panjang. I was doing my best when making it. Maaf buat katakata kasar yang ada di naskah ini. Karena nggak ada waktu buat latihan, maka hapalkan dialog karakter masing-masing supaya dramanya berjalan dengan lancar *amiin* Jangan lupa bawa properties-nya, okay? Timun mas Top of Form Narator Sekali waktu, di tempat yang jauh di dalam hutan, ada hijau Buto Ijo raksasa bernama dan seorang pertapa suci. Mereka adalah teman terbaik sejak balita. Suatu hari, pertapa datang ke gua untuk melihat sahabatnya. Pertapa Apakah siapa pun di dalam? [Berjalan di dalam gua] Buto Ijo aku di sini. Pertapa Ada Anda sahabatku, apa yang kamu lakukan? Buto Ijo Makan. Bukankah sudah jelas? Pertapa Oh … saya melihat. Apa yang Anda makan? Buto Ijo [Tidak ada jawaban, hanya terus makan] Pertapa Kau begitu menyebalkan! Dapatkah saya memiliki beberapa? Buto Ijo [Ternyata tubuhnya menjauh, tidak bersedia untuk berbagi makanan dengan sang pertapa] Pertapa [Marah] Seperti biasa, Anda tidak pernah berbagi saya makanan Anda meskipun saya selalu berbagi tambang untuk Anda! Anda raksasa pelit! Aku benci kamu! Buto Ijo Seperti jika saya peduli! [Lanjutkan makan] Pertapa Suatu hari keserakahan Anda akan mendapatkan pengembalian! Jangan menyesal! Aku pergi! [Mendapatkan keluar dari gua dengan kemarahan] Act 2 Narator Suatu hari, ada pasangan yang menyenangkan. Mereka tinggal di sebuah desa dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya, mereka tidak punya anak belum. Setiap hari mereka berdoa kepada Tuhan untuk seorang anak. Ibu Oh Tuhan … tolong beri kami anak. Aku berjanji akan selalu melindungi saya anak. Silahkan menjawab doa kita. Terima kasih Tuhan. Narator raksasa hijau, Buto Ijo, kebetulan melewati rumah pasangan itu. Dia mendengar apa yang mereka doakan. Buto Ijo Wah … ha … ha … ha! Aku dengar itu! Ibu [terengah] Ya Tuhan! W-Siapa kau? Buto Ijo Buto Ijo aku. Ayah [datang ke istrinya] Apa dengan kebisingan? Siapa itu, Sayang? Ibu Oh suami saya, Buto Ijo di depan rumah kami. Aku takut. Dia akan membunuh kami berdua! Buto Ijo Wah … ha … ha … ha … aku tidak akan membunuh Anda. Tapi aku akan memenuhi Anda permintaan untuk punya anak. Bapa Anda hanya bercanda, bukan? Buto Ijo Tidak … Tidak … Aku serius, ya, aku benar-benar serius. Jika Anda tidak percaya padaku tidak masalah. Ibu Baiklah … Baiklah. Suami saya, mari kita lihat apa yang dia bisa lakukan untuk membantu kami. Buto Ijo [Memberikan benih] Lihat, berikut adalah beberapa biji mentimun. Tanaman ini benih, maka Anda akan mendapatkan anak perempuan. Ayah Apakah yang Anda maksud itu? Ini sangat mudah. Buto Ijo Ya, aku serius. Tapi ingat, pada hari ulang ketujuh belas, aku akan datang kembali untuk mengambil gadis itu. Ibu Oh, suami … tolong saya ingin anak-anak! Mari kita coba tawarannya! Ayah Tapi … Oh well, jika Anda bersikeras, saya akan mengambil tawarannya. Ibu [Busur bawah] Oh, terima kasih, suami! Terima kasih banyak, Buto Ijo! Buto Ijo Wah … ha … ha … ha. Lihat lagi tujuh belas tahun dari sekarang, manusia. Dan ingat janji Anda. [Pergi] UU 3 Narator Keesokan harinya, pasangan yang ditanami benih. Bulan kemudian, sebuah emas mentimun tumbuh di halaman. Mentimun itu semakin besar dan lebih besar setiap hari. Ibu Lihat! Lihat! Mentimun tumbuh sangat besar! Ini sangat fantastis! Ayah Ya, Anda benar. Apa yang sangat besar. Ibu Itu sudah matang. Apakah itu bekerja? Bagaimana ini hal besar memberi kita anak? Ayah Saya tidak tahu. Jangan tanya saya. Ibu Saya pikir sudah waktunya bagi kita untuk membukanya. Aku ingin tahu apa yang membuatnya begitu besar. Jangan Anda pikir begitu? Ayah Ya. Mari kita potong menjadi dua. Narator hati-hati, mereka memotong mentimun menjadi dua. Untuk mengejutkan mereka, mereka menemukan seorang gadis cantik bayi dalam mentimun. Bagaimana menyenangkan mereka. Ibu [terengah] Ya ampun! Ada seorang bayi perempuan di dalam mentimun ini! Apakah untuk nyata? Atau aku bermimpi? Ayah Ya itu. Kau ingin aku untuk mencubit Anda untuk membuktikannya? Ibu Err … Tidak, terima kasih. [Gelar bayi keluar] Bayi ini sangat lucu! Tuhan, terima kasih Anda begitu banyak! Terima kasih banyak! Ayah Apa yang akan kita namanya? Ibu Saya pikir saya akan nama Timun Mas itu, suami. Karena dia berasal dari timun dan dia lucu. Nama yang benar-benar cocok dengannya, bukan? Ayah Saya setuju dengan Anda. UU 4 Narator Tahun-tahun berlalu dan Mas Timun oleh tumbuh menjadi gadis cantik. Orangtuanya sangat bangga, tapi hati mereka terluka parah ketika mereka ingat janji mereka untuk Buto Ijo. Pasangan itu kemudian teringat bahwa ada hidup pertapa suci di dalam hutan. Jadi mereka pergi sana untuk membantu. Ibu [Mengetuk pintu] Permisi. Pertapa [Datang ke arah pintu dan membukanya] Bolehkah saya bertanya siapa Anda keduanya? Ibu Nama saya Sarni. Ini suamiku. Kami berdua adalah petani yang tinggal di desa dekat hutan. Pertapa Apa yang Anda inginkan dari saya? Ayah Kami membutuhkan bantuan Anda. Pertapa Oke, silahkan masuk Ceritakan keseluruhan cerita. Narator Pasangan itu mengatakan kepada pertapa tentang keinginan mereka dan bagaimana Buto Ijo terpenuhi itu. Dan juga janji mereka dibuat dengan raksasa. Pertapa mendengarkan hati-hati seperti dia mengangguk untuk kesekian kalinya, sampai pasangan menyelesaikan kisah mereka. Pertapa Seperti yang diharapkan, Buto Ijo melakukan hal mengerikan seperti yang ia inginkan. Nya keserakahan menjelaskan segalanya. Kita perlu melakukan sesuatu. Ibu Tolong, baik Pertapa, membantu kita. Jangan biarkan Buto Ijo mengambil satu tersayang putri. Dia telah bersama kami selama bertahun-tahun ketujuh belas. Ayah Istri saya benar, pertapa yang baik. Apa yang harus kita lakukan? Pertapa Harap diam dan berhenti menangis. Lihat, di sini adalah bundel. Ada empat hal-hal dan pesan di dalamnya. Mereka akan membantu Timun Mas lari dari raksasa. Ayah [Membawa bundel] Apakah Anda yakin mereka akan bekerja? Pertapa Percayalah, itu akan. Buto Ijo harus dihukum karena tindakannya. Ibu Terima kasih banyak, baik pertapa! UU 5 Narator Ini begitu terjadi bahwa suatu hari di ulang tahun ketujuh belas Timun Mas, Buto Ijo datang untuk janji pasangan. Buto Ijo Wah … ha … ha … Hei, petani, di mana putri cantik Anda? Aku datang di sini untuk menjemputnya. Ingat janji yang Anda berkata kepada saya! Ayah Harap bersabar, Buto Ijo. Timun Mas, putri saya, adalah bermain di lapangan. Buto Ijo Apa peduli! Aku tahu kau berbohong! Tapi sudahlah, aku akan menemukannya dengan diriku sendiri! [Ternyata pergi untuk menemukan Timun Mas] Ayah Aku senang dia pergi. Timun Mas, datang ke sini, anak-anak. TimunMas Ya, ayah, aku datang. Siapa itu? Ibu Buto Ijo Dia, raksasa hijau. Untuk beberapa alasan, dia mencari Anda. Aku yakin dia akan kembali ke sini segera. TimunMas Ya Tuhan, apa yang akan dia lakukan padaku? Ayah Dengarkan aku, Timun Mas, yang harus Anda lakukan adalah lari dari dia. [Memberikan bundel untuk Mas Timun] Ambil berkas ini dengan Anda. Ini berisi benih cabai, garam, biji mentimun, dan terasi. TimunMas Apa yang harus saya lakukan dengan ini? Ayah Lemparkanlah masing-masing dari mereka ketika raksasa semakin dekat dengan Anda. Ini akan membantu Anda menjauh dari raksasa. TimunMas Bagaimana dengan Anda, ayah dan ibu? Ibu Jangan khawatir tentang kita. Ya Tuhan, raksasa akan datang! Sekarang, jalankan, Timun Mas! Berlari secepat Anda dapat! Harap berhati-hati! TimunMas Terima kasih, ayah dan ibu! Anda juga harap berhati-hati dari dirimu! [Berjalan pergi] UU 6 Narator Setelah itu, raksasa Timun Mas dikejar dan dia semakin dekat dan lebih dekat. Timun Mas kemudian mengambil segenggam garam dari bungkusan itu. Dia menyebar garam dan laut yang luas ajaib muncul di antara mereka. TimunMas Ambil yang jahat raksasa! Buto Ijo [nyengir] Ho ho … ho …. Anda pikir Anda bisa lari dari aku! Tidak ada cara di neraka! Wah … ha … ha … ha. C’mon Aku akan membuat Anda! [Berenang melalui laut] TimunMas Ya Tuhan! Bagaimana dia melakukan itu?? Saya tidak tahu dia bisa berenang! Buto Ijo Tunggu aku, kau gadis kecil! TimunMas Oh tidak! Dia semakin dekat dengan saya. Tidak ada pilihan lain! Ambil ini, raksasa! Narator Dan kemudian ia mengambil biji cabai dan melemparkan mereka di raksasa. Tiba-tiba benih tumbuh menjadi beberapa pohon dan menjebaknya. Hal berikutnya ia tahu, pohon-pohon tumbuh beberapa duri setajam pisau. Buto Ijo Aduh … Aduh! Bagaimana sih pohon-pohon ini tumbuh menjadi duri?? Sakit parah! TimunMas Ambil yang satu juga, makhluk jahat! Buto Ijo Jadi, Anda ingin bermain dengan saya ya? Anda akan menyesal bila Anda kehilangan! TimunMas Oh tidak! Dia masih mengejar saya! Aku harus lari lebih cepat! Narator Sekali lagi, raksasa Timun Mas hampir tertangkap. Jadi, Mas Timun mengambil biji mentimun dan melemparkannya ke tanah. Buto Ijo Apa sekarang? Apa ini? Mentimun yang mana-mana! Mereka tampak lezat! Saya kira itu lebih baik bagi saya untuk memiliki makanan pembuka pertama. TimunMas Hosh … Hosh … Oh, aku kehabisan napas. Tapi raksasa itu makan mentimun. Ini adalah kesempatan saya untuk lari! Buto Ijo [Menguap] Whoaaah … Saya sangat sleppy. Aku ingin tidur dulu. Setelah itu saya akan Timun Mas menemukan. Tunggu aku gadis, aku akan datang dan membuat Anda makan malam saya malam ini! Narator Timun Mas terus berlari secepat dia bisa. Tapi segera dia sangat capek sendiri. Dan hal-hal yang semakin buruk sebagai raksasa yang sudah bangun. Buto Ijo Whoaaah … aku segar lagi! Hei, Mas Timun, Anda tidak dapat melarikan diri dari saya. Aku akan membuat Anda! Hohoho … TimunMas Oh, Tuhan, dia telah terbangun! Apa yang harus saya lakukan, Tuhan? Please help me! Buto Ijo Jadi, Anda ingin bermain petak umpet, bukan? Di mana kau? Ayo, ayolah … gadis kecil datang ke papamu! TimunMas Tuhan! Please help me!! Buto Ijo Ada Anda, gadis kecil! Satu langkah lagi dan aku akan menangkap Anda! TimusMas Ini adalah harapan terakhir saya! [Melempar sesuatu] Rasakan, Buto Ijo! Narator Dengan putus asa ia kemudian melemparkan senjata terakhirnya, pasta udang. Ajaib, paste berubah menjadi rawa besar. Buto Ijo Oh, tidak, apa ini? Ini sangat lengket dan bau amis! Timun Mas …! Saya Aku bersumpah akan menelan Anda begitu aku menangkap anda! Narator raksasa jatuh ke rawa tetapi tangannya hampir mencapai Timun Mas. Tiba-tiba rawa menariknya ke bawah dan tangannya kehilangan dia. TimunMas Akhirnya aku bebas! Buto Ijo Oh, tidak … membantu! Bantu saya! Seseorang membantu saya! TimunMas Tidak ada yang akan membantu Anda, raksasa, karena kau orang yang buruk. Buto Ijo Harap membantu saya …! Aku bersumpah aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk lagi! Janji saya! Pertapa [keluar dari biru] Apakah Anda yakin tentang kata-kata Anda? Buto Ijo Arggh … Hermit! Akhirnya anda datang! Please help me! TimunMas [guncangan] Siapa kau? Pertapa [Ternyata wajahnya Timun Mas] Ah, saya takut Anda? Mari saya perkenalkan diriku sendiri. Saya seorang pertapa. Jadi panggil aku pertapa. Anda tidak perlu tahu nama asli saya. Dan raksasa ini adalah teman terbaik saya. Buto Ijo Ya, saya sahabatnya! Tolong keluarkan aku dari sini! Pertapa [Ternyata Buto Ijo kembali ke] Saya akan membantu Anda jika Anda berjanji tidak akan melakukan hal-hal yang buruk lagi dan berhenti menjadi orang yang serakah. Buto Ijo Ya, aku janji! Aku berjanji akan menjadi orang baik! Anda dapat mengandalkan saya! Narator Akhirnya, pertapa yang baik membantu Buto Ijo, sahabatnya. Begitu raksasa keluar dari rawa, itu menghilang. Kemudian raksasa itu meminta maaf Timun Mas untuk serta pertapa. Untungnya mereka berdua memaafkan dia. Sejak saat itu, Buto Ijo hidup sebagai raksasa yang baik dan selalu membantu para petani dengan bidang mereka. Sebagai Timun Mas, dia hidup bahagia dengan nya orang tua dengan tidak takut lagi.
TimunMas Once upon a time, there lived an old widow. Her name was mbok Sirni. She lived by herself for years since her husband had passed away many years ago. She was very lonely and she expected a child in her life. She kept praying to God every day for her dream and she believed that miracle would happened to those who had hope in their heart.
Cerita Rakyat Dongeng Timun Mas. Pada cerita pendek ini, ada beberapa kisah yang menjelaskan bahwa nama nenek itu bernama Mbok Rondo dan ada juga yang mengatakannya Mbok Srini, tetapi inti ceritanya tetap sama. Berikut Ini cerita rakyat singkat tentang Timun Mas beserta dialognya. Baca juga Cerita Legenda Danau Toba Cerita Rakyat Dongeng Timun MasDialog cerita Timun Mas 1Dialog cerita Timun Mas 2Cerita Dongeng Timun Mas Bahasa Inggris Cerita Rakyat Dongeng Timun Mas Pada zaman dahulu ada seorang nenek yang hidup sebatangkara, namanya Mbok Rondo, dia tidak punya anak walaupun usianya sudah tua, Iya berharap mempunyai seorang anak. Pada suatu hari Mbok Rondo, bertemu dengan Raksasa di tepi hutan. Raksasa itu menawarkan bantuan kepada Mbok Rondo agar bisa mempunyai anak, tetapi Raksasa itu memberi syarat, jika nanti anaknya sudah berusia 17 tahun, maka dia itu harus menjadi santapan Raksasa. Mbok Rondo menyanggupi syarat itu, karena sesungguhnya dia ingin memiliki seorang anak, kemudian raksasa memberi biji mentimun kepada Mbok Rondo. Sepulang di rumah, dia segera menanam benih itu di halaman belakang rumahnya. Setiap hari, dia menyirami dengan tekun dan telaten. Begitu ajaib memang, dua minggu berlalu, tanaman itupun sudah mulai berbuah dan begitu lebat. Di antara sekian banyak buah, ada satu mentimun yang tumbuh sangat besar warnanya kekuningan, jika sinar matahari menyinarinya, buah timun mas itu berkilau seperti emas. Pada masa panen, Mbok Rondo mentimun yang paling besar itu, kemudian membawanya pulang, Dia mengambil sebuah pisau tajam untuk membelah timun itu dan membukanya dengan penuh hati-hati. Betapa kagetnya, dia melihat seorang bayi perempuan yang cantik di dalamnya. Mbok Rondo memberikan nama kepada bayi yang mungil itu “Timun Mas”. Sejak saat itu, kegembiraan terpancar dari raut wajahnya, Timun Mas menjadi anak kesayangannya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun, Timun Mas pun tubuh dewasa, menjadi seorang gadis yang cantik jelita. Suatu ketika, Timun Mas dan Ibunya bersiap pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, tiba-tiba “bom… bom… bom… Ha… ha…,” terdengar suara yang aneh dan mengguncangkan bumi. Rupanya suara itu adalah Raksasa yang ingin menagih janji. Ibu dan Timun Mas bergegas kembali ke rumah, rupanya raksasa itu tidak perlu waktu lama untuk sampai di depan rumahnya. Dialog cerita Timun Mas 1 “Aku datang untuk menagih janji,” tanya Raksasa yang kelaparan. “Tolong berikan perpanjangan waktu, dia masih kecil tidak enak untuk disantap,” jawabnya dengan memelas. “Kamu yakin tidak akan ingkat janji?” tegurnya lagi. “Tidak, dia masih sangat kecil, kasihan!” jelas Mbok Rondo. Akhirnya, Raksasa itu menyetujui dan akan datang setelah dua tahun lagi. Diapun kembali ke hutan yang entah dimana rumahnya. Timun Mas sudah semakin dewasa, wajahnya semakin cantik, kulitnya kuning langsat, dan waktu penjempuntanpun akan segera tiba. Mbok Rondo cemas, sampai terbawa mimpi, dan pada malam itu di mimpinya ada suara yang memintanya bertemu dengan petapa untuk menyelamatkan Timun Mas. Mbok Rondo pergi ke Lembah Bukit, tempat petapa itu berada. Sesampainya di sana, Pertapa memberinya empat 4 bungkusan kecil yang masing-masing isinya berbeda, diantaranya biji timun, jarum, garam, dan bungkusan terakhir berisi terasi. Sebelum pulang, tidak lupa pertapa itu menerangkan khasiat dari benda-benda itu. Sesampainya di rumah, Mbok Rondo menjelaskan cara menggunakan biji-bijian itu untuk mengalahkan Raksasa. Beberapa hari berlalu, akhirnya Raksasa itupun datang di depan rumahnya, dia meminta Mbok Rondo keluar untuk menyerahkan Timun Mas. Sebelum keluar, dia meminta Timun Mas untuk segera berlari sejauh mungkin. Setelah merasa cukup aman, diapun keluar menemui Raksasa. Dialog cerita Timun Mas 2 “Timun Mas kabur mendengar kamu sudah tiba di sini,” ucapnya. “Apa! kamu sedang tidak mempermaikanku kan!” tegur Raksasa yang sangat murka. “Tidak, dia sudah pergi dari tadi,” jelasnya. “Cepat beritahu, kemana dia pergi, atau kuhancurkan gubukmu,” gerta Raksasa. “Aku tidak tahu, ampuni aku,” jawab Mbok Rondo memelas. Mendengar itu, Raksasa semakin murka, karena dia memiliki badan dan kaki yang tinggi, dia melihat Timun Mas yang sedang berlari. Karena langkah kakinya yang lebar, maka Raksasa berhasil menyusulnya, namun Timun Mas segera menaburkan biji mentimun. Sungguh ajaib, biji-biji itu berubah menjadi ladang timun yang lebat, Raksasa yang lapar dia memakan semua timun itu, setelah kenyang, diapun kembali mengejar. Sebelum sampai mendekat, Timun Mas segera melemparkan jarum-jarum yang terbuat dari bambu. Tiba-tiba, jarum itu menjadi hutan bambu yang lebat. Raksasa kesakitan karena banyak bambu yang patah menusuk dan melukai kakinya. Setelah berhasil keluar dari hutan bambu itu, Timun Mas segera menaburkan biji berikutnya, yaitu butiran garam. Butiran garam itu berubah menjadi lautan danau yang luas. Raksasa tenggelam, namun karena dia bisa berenang, dia berhasil menepi. Merasa sudah sangat lelah berlari, Timun Mas menaburkan serbuk berikutnya, yaitu terasi. Terasi itu berubah menjadi lautan lumpur yang mendidih, lumpur itu berhasil menengelamkan Raksasa ke dalam lumpur, kemudian dia pun menghilang. Akhirnya Timun Mas dan Ibunya dapat hidup dengan tenang. Itulah cerita pendek untuk anak-anak tentang cerita dongeng Timun Mas. Semoga bermanfaat. Baca juga Ringkasan Cerita Cindelaras Cerita Dongeng Timun Mas Bahasa Inggris Jika kalian ingin menonton dongeng dalam bahasa Inggris “Timun Mas story” silakan tonton video di bawah ini. Kesimpulan cerita Timun Mas Keputusan yang kita ambil untuk berjanji selalu memiliki resiko, karena menepati itu tidak mudah, selalu ada alasan untuk menolaknya. Jadilah orang yang baik dan selalu menepati janji. Dayby day, Timun Mas grew into a beautiful lady. The widow remembered what the giant had warned her. So when Timun Mas turned sixteen, the widow told her to run into the jungle with a bag of salt. "You must not let the giant catch you," the widow cried out as Timun Mas ran into the jungle. The giant came and asked the widow for Timun Mas. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID GWMRbgN3Bs6V5xJDnIj5xukBe9BQ7XY8onnieAa4y2CFgZNRt7x7IQ==
\n \n\n\ndialog cerita rakyat timun mas
. 88 50 185 308 362 130 402 96

dialog cerita rakyat timun mas